Keputihan, oh tidak…
Ditulis oleh ranywaisya di/pada Desember 22, 2008
Kemudian “pastikan infeksi anda akibat bakteri,” kata Steven Sondheimer, M.D., profesor obstetri dan ginekologi di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Kunjungan ke dokter dapat mendeteksi apakah anda menderita bacterial vaginosis, penyakit menular kelamin (seperti trichomoniasis atau chlamydia), atau reaksi alergi terhadap produk tertentu. Bila penyebabnya diketahui, bekerjasamalah dengan dokter untuk mengembalikan keseimbangan tubuh.
Kadar gula darah yang tinggi juga dapat memicu infeksi, oleh karena itu berdiet dan berolahraga merpuakan solusi paing efektif. Bila kadar gula darah anda normal, ingatlah untuk selalu membatasi asupan gula.
Fluktuasi hormon tepat sebelum haid merupakan penyebab yang umum. Mengganti alat kontrasepsi bisa juga menolong. Alat kontrasepsi yang bisa melepaskan hormon estrogen dan progesteron secara perlahan, misalnya, bisa meningkatkan jumlah bakteri ‘baik’ dalam vagina, dan mengusir yang jahat.
Selain itu, anda dapat menggunakan Terazol, obat yang dimasukkan ke dubur dan/atau krim yang lebih kuat dari jenis yang dijual bebas, tetapi ingatlah untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.
Pemakaian obat antijamur selama seminggu (semacam Diflucan) untuk mencegah kemungkinan kambuh, atau pengobatan dengan boric-acid juga dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan pH tubuh anda. (sumber)
sayatan sang penyair berkata
sayah cowok