Waspadai Kanker Servik
Ditulis oleh ranywaisya di/pada Mei 6, 2009
Mendengar nama kanker memang sudah mengerikan karena seperti diketahui kanker adalah penyakit mematikan. Kanker servik sendiri diketahui sebagai penyakit yang sering menyerang wanita Indonesia dan merupakan penyakit kanker mematikan no. 2 di dunia. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.
Kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama masa itu anda bisa melakukan seteksi dengan melakukan Pap Smear atau IVA.
Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV). yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual.
Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:
- Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.
- Sering berganti-ganti pasangan seksual.
- Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
- Melahirkan banyak anak.
- Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
- Defisiensi vitamin A,C,E.
Apa saja gejalanya? Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Namun, gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :
- Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.
- keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.
- Pendarahan sesudah mati haid (menopause).
- Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.
Yang menjadi pertanyaan anda saat ini mungkin adalah apakah kanker servik dapat dicegah? Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
hainida berkata
saya ingin beranya: saya gadis usia 19 thun. saya mahasiswi, apa kangker servik itu bisa terjadi bila seseorang pernah melakukan pra seks namun belum sanpai berhubungan intim.dan juga apabila mengalami keputihan dengan ciri2:
- warnanya kekuning-kuningan
- kadang berbau kadang juga tidak
-lendir kadang keluar banyak bila saat setres karena tugas2.
jenny berkata
aku umr 15 thn, aku mau tnya, aku dpt haid 3 bln skali apa itu beresiko kangker servik..?